«

»

Agu 09

DINAS SOSIAL SALURKAN BANTUAN SOSIAL NON TUNAI

Pesisir Barat – Dinas Sosial Kabupaten Pesisir Barat menyalurkan bantuan sosial nontunai Program Keluarga Harapan (PKH) sekaligus memberikan bimbingan teknis Kelompok Usaha Bersama (Kube) Fakir Miskis Pedesaan. Kegiatan berlangsung di Gedung Serbaguna Selalaw, Pantai Labuhanjukung, Kecamatan Pesisir Tengah, Rabu (9/8). Dihadiri Sekdakab Pesisir Barat, Azhari dan Kepala Dinas Sosial Marzuki.

Menurut Marzuki, kegiatan ini bertujuan menanggulangi masalah kemiskinan dan kerawanan sosial ekonomi. “Ada 4.860 keluarga penerima manfaat program keluarga harapan dengan bantuan tahap 1 dan 2 tahun 2017 sejumlah Rp4,86 miliar,” jelasnya.

Selain itu, dia menyebutkan, pada 2017 ada 27 Kube yang akan mengembangkan usaha. Untuk ini, Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Pesisir Barat bekerja sama dengan Bank Mandri Cabang Liwa.

“Mengupayakan membangun sistem perlindungan sosial kepada masyarakat miskin di Kabupaten Pesisir Barat. Meningkatkan tarap ekonomi penerima bantuan PKH dengan adanya bantuan kelompok usaha bersama,” harapnya.

Penyaluran bantuan PKH merupakan komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam meminimalkan angka kemiskinan. “Untuk itu kami minta kepada seluruh para pendamping dan operator PKH agar dapat membantu mensukseskan pelaksanaan program keluarga harapan Kabupaten Pesisir Barat,” katanya.

Kepada penerima bantuan Kube, diharapkan memilih jenis usaha yang produktif, menghasilkan sehingga ke depan dapat memperbaiki tarap ekonomi kesejahteraan keluarga dan tidak selalu bergantung kepada bantuan pemerintah. Sementara Sekdakab Pesisir Barat, Azhari mewakili Bupati Pesisir Barat, Agus Istiqlal mengatakan, penyaluran PKH melalui sistem non-tunai telah diterapkan Kementerian Sosial sejak 2016.

enyalurannya melalui rekening atau kartu keluarga sejahtera (KKS) dalam bentuk tabungan hasil kerja sama Kementerian Sosial dengan Himpunan Bank Negara (Himbara). Yaitu, Bank BNI, Bank BRI, dan BTN. Di Kabupaten Pesisir Barat, penyaluran PKH melalui Bank Mandiri. Penyaluran bantuan melalui bank, kata dia, juga bertujuan mendidik penerima bantuan PKH agar terbiasa menabung.  “Saya berharap penerima bantuan PKH bisa menyimpan sisa dari belanja kebutuhannya di bank,” jelas Azhari.

Penerima bantuan PKH di Kabupaten Pesisir Barat pada 2017 yaitu sebanyak 4.860 keluarga yang tersebar di 11 kecamatan. Adapun teknis pemberian bantuan PKH pada 2017 yaitu diberikan melaui 4 tahap. Tahap pertama dan kedua masing-masing, Rp500 ribu, tahap tida dan empat masing-masing Rp450 ribu.

“Bantuan PKH disalurkan dua tahap sekaligus dengan jumlah Rp4,860 miliar dalam semester pertama,” katanya.

Dia menyebutkan, bantuan PKH diharapkan menjadi pendukung keluarga penerima agar menyekolahkan anak-anaknya, minimal sampai tingkat SMA. Serta bagi yang ada ibu hamil dan balita usia dan disabilitas agar mampu meningkatkan dan kesehatan keluarga dengan gizi seperti posyandu, mengunjungi fasilitas kesehatan puskesmas dan rumah sakit. Untuk mendukung penerima PKH, kata dia, diberikan program kelompok usaha bersama. Pada tahun ini, Pemerintah Provinsi Lampung melalui bidang pemberdayaan fakir miskin memberikan 27 kube, yang masing-masing kube diberikan bantuan Rp20 juta.

1 comment

  1. Iwan

    Penerima bantuan cuma untuk aparat desa serta keluarga kroni kroninya tanpa melihat keadaan yang sebenarnya. Keluarga yang terbilang mampu bisa menerima semua bantuan dari pemerintah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*