«

»

Jun 02

KOPERINDAG PESIBAR BERUPAYA MENGOLAH LIMBAH BUAH KELAPA

Drs. Guntur Panjaitan Kadis Koperindag Kab.Pesisir Barat Prov.Lampung

Pesisir Barat – Selain potensi perikanan, pertanian, pariwisata ombak laut, Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung juga memiliki potensi perkebunan, salah satunya potensi perkebunan kelapa rakyat. Potensi perkebunan kelapa rakyat di Kabupaten ini, jelas terlihat mulai dari wilayah bagian selatan, tengah dan utara. Jadi di sepanjang pesisir pantai di Kabupaten ini ditumbuhi oleh pohon kelapa rakyat, ujar Kepala Dinas (Kadis) Koperindag Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung, Drs. Guntur Panjaitan di ruang kerjanya, Jum’at 02/06/2017. Hasil perkebunan kelapa milik rakyat ini selain dijual di daerah sendiri, banyak sekali yang dijual ke pulau Jawa, karena kualitas buah kelapa dari Kabupaten ini termasuk dengan kualitas yang sangat bagus, sehingga permintaan dari wilayah lain akan komoditas kelapa tersebut sangat besar ke wilayah ini. Selain itu, Dinas Koperindag Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung juga tengah mengupayakan pengolahan limbah dari buah kelapa tersebut, seperti sabut kelapa, tempurung (Batok) kelapa dan lainnya, tentunya untuk meningkatkan dan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat di Kabupaten ini. Kami telah melakukan pendataan tentang pengolahan dari limbah tempurung kelapa yang dibuat menjadi souvenir (Cinderamata) dan para pengrajin tersebut sudah ada, hanya saja kami juga sedang berupaya bagaimana untuk memasarkannnya, ujar Guntur. Selain tempurung kelapa, kami juga tengah mengupayakan pengolahan limbah buah kelapa lainnya, seperti pengolahan limbah sabut kelapa. Limbah sabut kelapa tersebut nantinya akan diolah menjadi, Coco Fiber (Serat sabut) dan Coco Peat (Butiran gabus), seperti kita ketahui bahan baku sabut kelapa merupakan hasil sampingan dari pengolahan kopra para petani dan para pedagang buah kelapa yang ada di Kabupaten ini, ujar Guntur. Secara tradisional serat sabut kelapa hanya dimanfaatkan untuk bahan pembuatan, sapu, keset, tali dan alat-alat rumah tangga lainnya.

Limbah Sabut Kelapa yang diolah menjadi Coco Peat Lokasi Kecamatan Pesisir Selatan

Perkembangan teknologi dan kesadaran konsumen untuk kembali ke bahan alami, membuat serat sabut kelapa dimanfaatkan menjadi bahan baku industri karpet, jok dan dashboard kendaraan, kasur, bantal dan lainnya. Secara relatif, industri serat sabut kelapa merupakan industri yang bersifat padat karya terutama untuk industri yang masih menggunakan teknologi proses yang sederhana, ucap Guntur. Hasil sampingan pengolahan serat sabut kelapa berupa butiran-butiran gabus sabut kelapa dikenal dengan nama Coco Peat. Sifat fisika kimianya yang dapat menahan kandungan air dan unsur kimia pupuk, serta dapat menetralkan keasaman tanah, menjadikan hasil sampingan ini mempunyai nilai yang cukup ekonomis. Coco Peat juga digunakan sebagai media pertumbuhan tanaman hortikultur dan media tanaman rumah kaca, ujar Guntur. Dalam rangka menunjang pengembangan industri ini juga perlu acuan yang dapat dimanfaatkan pengusaha kecil dan menengah, sehingga memudahkan semua pihak dalam mengimplementasikan pengembangan usaha sabut kelapa ini. Untuk industri seperti ini, kebutuhan tenaga kerja terbesar adalah pada tahap sortasi dan pembersihan serat dari butiran gabus yang tidak memerlukan keterampilan khusus. Tingkat keterampilan sederhana hanya memerlukan tenaga kerja yang bertugas sebagai operator mesin / peralatan yang bisa dilatih dengan mudah, ujar Guntur. (dra/her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*