«

»

Mei 22

SOSIALISASI PENGAWASAN ALIRAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT

Pesisir BaratĀ – Kejaksaan Agung Republik Indonesia bersama Kejaksaan Negeri Liwa Kabupaten Lampung Barat dan Cabang Kejaksaan Negeri Liwa di Krui, menggelar sosialisasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) dan Pencegahan Konflik Sosial, di Kabupaten Pesisir Barat.

Sosialisasi yang digelar Kejaksaan Agung untuk di wilayah Provinsi Lampung hanya digelar di Kabupaten Pesisir Barat, yang dipusatkan di Gedung Serbaguna Selalaw, Pantai Labuhan Jukung, Kecamatan Pesisir Tengah, Senin (22/5), sekitar pukul 10.00 WIB.

Disampaikan, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Liwa, Kabupaten Lampung Barat-Pesisir Barat, Alek Rahman, sosialisasi tersebut merupakan Pogram dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), akan tetapi salah satu pelaksanananya adalah Kejaksaan Agung.

Hal ini dilakukan karena melihat kondisi nasional yang sekarang sudah tersebar di berbagai media sosial, banyak sekali konflik terjadi dengan berbagai alasan diwilayah masing-masing.

“Sehingga Kemendagri meminta untuk melakukan sosialisasi, karena dalam keseharian nya begitu kuatnya gesekan gesekan khususnya dalam bentuk perbedaan aliran sehingga terjadilah konflik di daerah-daerah yang hampir setiap waktu terjadi,” papar Alex.

Narasumber dalam sosialisasi tersebut, dari Kejaksaan Agung RI yakni Kasubdit Wasmet, Barcet dan Pakem, Teguh dan J. Devy Sudarso, merupakan Kasubdit Cekal dan Pora.

Juga hadir seluruh pejabat dari masing-masing SKPD di Lingkungan Pemkab Pesisir Barat, jajaran Polres Lampung Barat-Pesisir Barat yang diwakilkan melalui seluruh Kapolsek yang ada di Pesisir Barat, jajaran Kodim 0422 Lampung Barat melalui Koramil yang ada di Pesisir Barat, Kesbangpol Pesisir Barat, Camat, Peratin se-Pesisir Barat serta tokoh masyarakat, dengan undangan sekitar 200 orang.

Bupati Kabupaten Pesisir Barat, Agus Istiqlal saat membuka sosialisasi itu mengatakan kegiatan iniĀ  bertujuan mengantisipasi tumbuhnya aliran kepercayaan dan aliran keagamaan dalam masyarakat serta pencegahan konflik sosial lainnya.

“Saya yakin masyarakat di Kabupaten Pesisir Barat tidak mudah terpengaruh dengan aliran agama yang menyimpang, terlebih masyarakat di bumi para saibatin dan ulama ini memiliki, adat, adap dan budaya yang kental serta memiliki ahlak yang mulia,” pungkas Agus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*