Mei 26

DISHUBKOMINFO PESISIR BARAT GELAR KEGIATAN PUNYULUHAN BIDANG KESELAMATAN LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN

PENYULUHAN KESELAMATAN LLAJPesisir  Barat – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pesisir Barat mengelar kegiatan Penyuluhan Bidang Keselamatan Lalu Lintas dan angkutan jalan di Kabupaten setempat, yang dipusatkan di Gedung wanita, Kecamatan Pesisir Tengah, Kamis (26/5).

Bertindak sebagai nara sumber Pungkas Hendratmoko, dari Badan Pengembangan SDM Perhubungan Darat-Kementerian Perhubungan RI. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kabid Perhubungan Darat, Cahyadi Muis, Kabid Kominfo, Susilawati, Kabid Laut dan Udara, Indra Asmara. Sedangkan peserta penyuluhan berasal dari kalangan sopir angkutan barang dan sopir angkutan umum perwakilan se-Pesisir Barat.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pesisir Barat, Samsul Hilal dalam sambutan sekaligus pembukaan kegiatan penyuluhan tersebut, menjelaskan bahwa sektor perhubungan mempunyai peran ganda, yaitu sebagai penunjang sekaligus penggerak roda pembangunan. Atas dasar itu, pembangunan sektor perhubungan selalu berorientasi untuk memudahkan pergerakan serta berpihak kepada kepentingan masyarakat dan lingkungan yang terjaga.

“Beberapa parameter yang menjadi tolak ukur pelayanan perhubungan adalah tertib, teratur, aman, lancar, cepat dan efisien dengan biaya yang terjangkau,” jalasnya.
Baca kelanjutan entri ini »

Mei 25

WAKIL BUPATI BUKA KEGIATAN SOSIALISASI LITERASI MEDIA PENYIARAN DAN PEMBENTUKAN FORUM MASYARAKAT PEDULI PENYIARAN TAHUN 2016

KPIDPesisir Barat – Media tidak hanya menjadi penyeimbang dalam pemberitaan berbagai hal tentang pemerintahan, melainkan  juga sebagai pendorong serta memberikan opini terkait pembangunan yang sudah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Kabupaten Pesisir Barat, Erlina disela-sela sambutannya dalam kegiatan pembukaan sosialisasi literasi media penyiaran dan pembentukan forum masyarakat peduli penyiaaan Tahun 2016, di Gedung Serbaguna Selalaw, Selasa (24/5).

Disampaikan Erlina, bahwa media adalah salah satu kontrol sosial yang cukup berperan penting guna me dorong kemajuan suatu pemerintahan. Tanpa adanya media baik itu televisi, radio, cetak dan elektronik serta sarana perkembangan zaman tidak akan kita ketahui tanpa adanya media.

” Sehingga sangat dibutuhkan pengelolaan sistem penyiaran dan merupakan ranah publik yang digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan publik,” ungkap Erlina.

Media penyiaran harus berjalan sesuai dengan fungsi pelayanan publik yang sehat. Penyiaran berfungsi sebagai media informasi, pendidikan, kebudayaan, hiburana, kontrol sosial, perekat sosial  ekonomi, wahana pencarahan dan pemberdayaan masyarakat.
Baca kelanjutan entri ini »

Mei 23

BUPATI PESISIR BARAT BUKA KEGIATAN PENCANANGAN KAMPUNG KB

pencanangan kampung kbPesisir Barat – Kegiatan pencanangan Kampung KB di Dusun Kotaraja, Pekon Waysindi, Kecamatan Karya penggawa, Kabupaten  Pesisir Barat, berlangsung cukup meriah, mulai dari penyambutan rombongan Bupati dan jajaran secara adat, serta menampilkan berbagai tarian dari sanggar Seni Teluk Stabas sampai pameran kerajinan tangan dari masyarakat setempat berupa kain tapis, pada Senin (23/5).

Kegiatan pencanangan kampung KB tersebut dibuka oleh Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal dan dalam kegiatan tersebut juga dihadiri oleh wakil bupati Erlina, Anggota DPRD Pesisir Barat, Rifzon Efendi, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Paulina, Staf ahli bupati, para asisten, kepala Badan Pemberdayaan Perempuan5 dan Keluarga Berencana (BPPKP) Pesisir Barat, Tedi Zatmiko, Pengurus tim Penggerak PKK Pesisir Barat, camat dan para peratin.

Disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Paulina
mengharapkan dengan adanya kampung KB ini agar program Keluarga Berencana dapat memberikan kontribusi yang maksimal dalam melaksanakan pengendalian penduduk di Kabupaten Pesisir Barat yang tentunya akan berpengaruh terhadap pembangunan dan mengurangi laju pertumbuhan penduduk.

” Kampung KB ini keberadaannya sangat di perlukan. Sebab keberhasilan program KB akan sangat membantu dalam meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dan kesejahteraan keluarga pra-sejahtera untuk menuju yang lebih baik,” ungkapnya. Baca kelanjutan entri ini »

Mei 19

BUPATI PESISIR BARAT MEMBUKA RAKOR RESTRUKTURISASI DAN PEMBINAAN PPKBD

RAKORPesisir Barat – Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) memiliki peranan penting mendukung program pemerintah. Terutama dalam pencapaian keberhasilan program keluarga berencana guna meningkatkan peran PPKBD.

Demikian disampaikan Bupati Pesisir Barat, Agus Istiglal dalam sambutannya saat menghadiri dan membuka langsung Rakor Restrukturisasi dan Pembinaan PPKBD Kabupaten setempat, melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB), Kamis (19/5) di Gedung Serbaguna Selalaw.

Agus Istiqlal, yang membuka pembinaan tersebut, menegaskan pencapaian akseptor baru progam metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) dinilai masih minim. Sehingga program ini perlu digiatkan dan salah satunya melalui pelatihan bagi PPKBD. Dengan tujuan peningkatan pengetahuan dan keterampilan PPKBD bertambah, sehingga dapat berdampak pada meningkatnya peserta KB di Kabupaten Pesisir Barat.

Agus berharap Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana sebagai instansi teknis dapat terus memberikan dukungan terhadap program nasional ini. Utamanya program mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera. Demikian pula untuk keluarga yang sehat berkualitas. “Karena hal ini akan menjadi modal utama dalam membangun Kabupaten Pesisir Barat,” ucapnya.
Baca kelanjutan entri ini »

Mei 17

PEMKAB PESISIR BARAT SUDAH USULKAN SEKITAR 116 GURU HONORER UNTUK DIANGKAT MENJADI CPNS

Pesisir Barat – Kabupaten Pesisir Barat merupakan salah satu daerah tertinggal, terluar dan terdepan (3T) yang menjadi daerah sasaran program guru garis depan (GGD) tahun 2016 ini. Sebelumnya, Pemkab setempat telah mengusulkan sekitar 116 guru honorer untuk diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) oleh pemerintah pusat yang nantinya akan bertugas di daerah terpencil sesuai dengan kriteria.

Kabid Dikdasmen, Anway Syah, mengatakan bahwa sebelumnya pemkab sudah mengusulkan guru honorer sesuai dengan persyaratan sebagai GGD yang akan diangkat sebagai CPNS hingga nantinya menjadi PNS di kabupaten ini. Karena itu hingga kini masih menunggu realisasi jumlah guru horer yang direkrut oleh pemerintah pusat tersebut.

“ Dari 116 guru honorer yang diusulkan itu, kita masih menunggu berapa jumlah yang direkrut oleh pemerintah pusat, kemungkinan dalam waktu dekat ini sudah ada informasinya, karena setelah dipastikan oleh pusat nantinya akan ada penandatanganan MoU (Memorandum Of Unsderstanding) antara Pemkab dengan pihak Kementerian Pendidikan, “ katanya.

Lanjut dia, guru yang ditugaskan sebagai GGD merupakan guru yang telah lulus dari program sarjana mendidik daerah terdepan, terluar dan tertinggal (SM-3T), program S1 sarjana pendidikan guru sekolah dasar, program profesi pendidikan guru (PPG) kolaboratif, dan program S1 basic dan memenuhi syarat seperti nilai indeks prestasi kumulatif minimal 3,00, usia paling tinggi 30 tahun, merupakan putra daerah dan syarat lainnya.

“ Program tersebut merupakan prioritas presiden Republik Indonesia mengenai nawa cita ke-3 yakni membangun indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, serta memberikan layanan pendidikan, mengatasi kekurangan guru dan pemerataan pendidikan di seluruh indonesia, khususnya di Kabupaten Pesisir Barat ini, “ jelasnya.

Diketahui, formasi GGD ini disahkan dengan penerbitan kebijakan Permenpan-RB No. 26 tahun 2014 tentang formasi khusus ASN Kementerian/Lembaga tahun anggaran 2014 dan keputusan Menteri PAN-RB No. 762 Tahun 2014 tentang formasi PNS untuk SM-3T.

Ditempat terpisah, Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Pesisir Barat, Syahrial Abadi,  mendampingi kepala BKD, Munzir Ali, mengatakan bahwa dari usulan Pemkab Pesisir Barat terkait dengan guru honorer yang diusulkan sebagai GGD pada formasi PNS untuk SM-3T tahap dua tahun 2016 ini hanya ada dua orang.

“ Dua orang guru honorer yang direkrut oleh pusat tersebut untuk menjadi CPNS dan akan diangkat menjadi PNS sebagai GGD yang akan bertugas di daerah tertinggal, terluar dan terdepan terutama di Kabupaten ini, “ pungkasnya.

Mei 17

PUNCAK PENILAIAN LOMBA PEKON TINGKAT PROVINSI

LOMBA PEKONPesisir Barat – Keberhasilan pembangunan suatu pekon tidak terlepas dari pelaksanaan tugas-tugas peratin  baik dari bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Sehingga diperlukan koordinasi dan kerjasama yang baik antara pemerintahan pekon dengan lembaga-lembaga kemasyarakatan.

Demikian disampaikan Bupati Kabupaten Pesisir Barat, Agus Istiqlal pada sambutan dan ucapan selamat datang kepada tim penilai Provinsi Lampung dalam kegiatan puncak penilaian lomba pekon tingkat provinsi, Selasa (17/5), di Pekon Seray, Kecamatan Pesisir Tengah. Dari 116 pekon dan 11 kecamatan, Pekon Seray, Kecamatan Pesisir Tengah yang mewakili Kabupaten Pesisir Barat dalam lomba pekon tingkat kabupaten.

“Keberhasilan pembangunan pekon tidak terlepas dari tugas-tugas peratin. Di mana tugas bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan dapat berjalan secara efektif,” ujar Agus.

Pihaknya juga berharap dengan adanya lomba pekon dapat memacu semangat pembangunan di pekon. Serta koordinasi dan kerja sama pemerintahan pekon dengan lembaga-lembaga kemasyarakatan dapat ditingkatkan.
Baca kelanjutan entri ini »

Mei 16

SISWA SMA NEGERI 1 KRUI LOLOS SELEKSI PASKIBRAKA TINGKAT NASIONAL

Pesisir Barat – Fajar Utama, salah satu siswa kelas X SMAN 1 Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, berhasil lolos seleksi ke tingkat Nasional sebagai peserta Pasukan Pengebar Bendera Pusaka (Paskibraka) di istana Negara pada 17 Agustus mendatang. Hal itu merupakan yang pertama kalinya bagi Kabupaten Pesisir Barat.

Kepala Dinas pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pesisir Barat, Kasmir, mengatakan bahwa sebelumnya dari kabupaten setempat mengirimkan enam siswa-siswi untuk mengikuti seleksi Paskibraka di Provinsi dari ke-enam pelajar tersebut, satu siswa lolos ke tingkat Nasional dan dua siswa lolos ke tingkat Provinsi. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi Pemkab setempat.

“ Sejak sebelumnya baru tahun ini ada pelajar yang kita kirimkan untuk ikut seleksi paskibraka tersebut ada yang lolos baik nasional maupun provinsi. Terutama ke tingkat nasional jelas ini merupakan prestasi yang cukup baik. Untuk itu kita berharap dukungan dari semua pihak agar pelajar yang ikut ke tingkat nasional tersebut dapat sukses melaksanakan tugasnya nanti, “ katanya.

Sedangkan, kata dia, dalam seleki di Provinsi Lampung itu secara keseluruhan ada sekitar 100 peserta paskibraka perwakilan 15 kabupaten atau kota se Lampung yang ikut seleksi. Artinya, tentu persaingan dalam seleksi itu cukup ketat dan tidak sembarangan. Karena itu pihaknya cukup bersyukur karena pelajar dari kabupaten terbungsu di provinsi Lampung ini ada yang lolos seleksi. Baca kelanjutan entri ini »

Mei 16

BUPATI PESISIR BARAT TINJAU UN TINGKAT SD

20160516_093534Pesisir Barat – Hari pertama pelaksanaan Ujian Sekolah dan Madrasah (US/M) tahun pelajaran 2015-2016 tingkat sekolah dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) pada Senin (16/5), Bupati Agus Istiqlal, meninjau pelaksanaan US/M di beberapa sekolah yang ada di Kecamatan Pesisir Tengah seperti SDN 3 Pasar Krui, SDN 5 dan SDN 1 Pasar Krui serta MIN 1 Pesisir Barat, yang didampingi kabid kebudayaan M.Yuzid, serta staf Disdikbud.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Agus Istiqilal mengharapkan seluruh siswa-siswi sekolah dan madrasah memiliki nilai yang baik dan juga lulus ujian semuanya, mengingat ini merupakan langkah pertama bagi siswa sekolah dasar untuk terus menimba ilmu pendidikan, jangan sampai siswa sekolah dasar yang ada di kabupaten ini putus sekolah.

“ Semua pelaksanaan pendidikan di tingkat sekolah dasar digratiskan artinya tidak dipungut biaya, begitu juga tingkat SMP karena itu diharapkan peran serta guru dan orangtua siswa untuk terus memberikan dukungan kepada anak didiknya untuk melanjutkan pendidikan. Jadilah generasi yang membanggakan, “ kata Agus. Baca kelanjutan entri ini »

Mei 14

BUPATI PESISIR BARAT GELAR KUNKER KE KANTOR WALI KOTA BANDUNG

Pesisir Barat – Guna membangun Pemerintahan dan perkantoran yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi di daerah setempat, Bupati Pesisir Barat, Agus Istiqlal menggelar kunjungan kerja ke Kantor wali kota Bandung Provinsi Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Kunjungan bupati beserta jajaran Pemkab Pesisir Barat tersebut dalam rangka konsultasi dan koordinasi termasuk tentang pembangunan kantor bupati dan gedung DPRD yang disambut langsung oleh wakil wali kota Bandung Oded Muhamad Danial, diruangan Balai Tengah Kota Bandung, Jumat (14/5).

Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal didampingi oleh Ketua TP.PKK Kabupaten Pesisir barat Hj.Septi Istiqlal, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Jalaludin, Kepala Bappeda, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kepala Dinas PU dan Pertambangan, Kabag Pembangunan, Kabag Hukum dan Organisasi. Serta didampingi oleh Wakil Ketua l DPRD, Wakil Ketua ll DPRD dan seluruh Anggota DPRD dan sekwan Kabupaten Pesisir Barat.

Disampaikan Bupati Agus Istiqlal kepada wali kota Bandung, bahwa kunjungan dirinya bersama jajarannya tersebut untuk berkoordinasi dalam perencanaan pembangunan suatu daerah terlebih Kabupaten Pesisir Barat merupakan Daerah Otonomi Baru (DOB) yang baru akan memulai pembangunan perkantoran pemerintah dan DPRD.
Baca kelanjutan entri ini »

Mei 12

PELATIHAN PEMBUATAN ALAT TANGKAP GILINET, PERAWATAN DAN PERBAIKAN MESIN KAPAL

2016-05-09 12.51.09Pesisir Barat – Kementerian kelautan dan perikanan melalui badan pengembangan SDM dan pemberdayaan masyarakat kelautan dan perikanan, Balai pendidikan dan pelatihan perikanan Tegal, bersama Dinas peternakan perikanan dan kelautan  Kabupaten Pesisir menggelar Pelatihan pembuatan alat tangkap gillnet dan Pelatihan perawatan dan perbaikan mesin kapal perikanan bagi nelayan di Pesisir Barat, Senin (9/5) di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Kuala Stabas, Kecamatan Pesisir Tengah.

Disampaikan Ketua tim pelaksanaan Balai pendidikan dan pelatihan perikanan Tegal, Kustanto bahwa pelatihan pengoperasian alat tangkap gillnet dan perawatan serta perbaikan mesin kapal tersebut dilaksanakan dalam rangka mendukung dan mengantisipasi dampak dari Permen Kelautan dan Perikanan No 56/2014 tentang penghentian sementara (moratorium) perijinan usaha perikanan tangkap di wilayah pengelolaan perikanan (WPP) NKRI No 57/2014 tentang perubahan kedua atas Permen KP No 30/2012 tentang usaha perikanan tangkap diWPP NKRI No 1/2014 tentang penangkapan lobster, kepiting dan rajungan. Serta No 2/2015 tentang larangan penggunaan alat penangkapan ikan pukat hela (Trawl) dan pukat tarik (Seine Nets) di WPP NKRI.
Baca kelanjutan entri ini »

Post sebelumnya «